kelompok dalam olahraga

Struktur sosial merupakan keadaan statis dari sistem sosial yang bersangkutan. Maksudnya, hubungan yang saling mempengaruhi antar anggota dalam  sistem sosial berjalan sesuai dengan kedudukan dan peranan masing-masing. Istilah struktur merujuk pada pola interaksi tertentu yang kurang lebih bersifat tetap dan mantap, yang terdiri dari jaringan relasi-relasi sosial hirarkis dan pembagian kerja tertentu dan ditopang oleh kaidah atau peraturan serta nilai-nilai. Misal dalam olahraga yaitu dalam struktur organisasi suatu klub yang masing-masing sistem mempunyai peranan yang sesuai dengan pembagian kerja, contohnya  dalam suatu klub sepak bola  ada beberapa sistem yang berinteraksi yang saling mendukung kinerja satu sama lain yaitu ada komisaris direktur, manajer, tim pelatih yang terdiri dari pelatih fisik, pelatih  penjaga gawang dan pelatih kepala, ahli gizi, dokter tim dan lain-lain.
Kerangka sosial kelompok tidak dapat diidentifikasikan seperti struktur fisiknya. Didalam interrelasi dan interaksi manusia menciptakan bentuk-bentuk asosiasi yang merupakan unit aktifitas dikalangan mereka sendiri. Bentuk asosiasi ini mempunyai fungsi khusus yang telah diklasifikasikan sebagai unsur-unsur dari struktur sosial.Berikut adalah bentuk struktur persekutuan hiudup manusia yang menyusun suatu organisasi yaitu kelompok.

2.1 Kelompok
Kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih yang saling berinteraksi. Ciri-ciri dasar dari kelompok yaitu:
1.    Terdiri paling sedikit dua orang dan bisa bertambah
2.    Terdapat interaksi dan komunikasi
3.    Komunikasi dan interaksi bersifat timbal-balik.
4.    Bersifat jangka panjang atau jangka pendek
5.    Minat dan kepentingan bersama merupakan warna utama pembentukan kelompok
6.    Kelompok dapat dipahami dari struktur yang ada didalamnya sebagai suatu unit yang utuh.
Dalam kehidupan olahraga misal adalah adanya kelompok fans atau suporter suatu klub yang didalamnya terdapat ciri-ciri kelompok yang memenuhi seperti terdiri dari dua orang bahakan pada umumnya kelompok suporter cenderung memiliki anggota yang lebih besar, terdapat interaksi dan  komunikasi satu sama lain yang menunjang suatu sistem  yang timbal balik yang berpengaruh pada struktur sosial kelomnpok dan mempunyai kepentingan yang sama dalam mendukung tim atau klub yang mereka dukung.
2.2 Kategori dan Agregasi
Dalam sosiologi kelompok dibedakan dengan kategori dan agregasi  walaupun semuanya sama-sama merupakan persekutuan hidup diantara manusia. Menurut Cuber agregasi adalah suatu kolektifitas dari orang-orang yang diikat dalam satu “Physical sense”yang terjadi karena adanya interkomunikasi. Dengan demikian memungkinkan bagi agregasi untuk beroperasi sebagi kelompok sepanjang ada interaksi atau komunikasi didalamnya.
Di dalam olahraga yaitu seperti perkumpulan para suporter itu akan tetap bisa dikatakan atau berjalan sebagai kelompok  selama didalamnya  terdapat interkomunikasi maupun interaksi yang memiliki suatu kepentingan yang sama. Contohnya selama dalam benak para suporter tersebut masih memiliki kepentingan yang sama dalam mendukung tim yang sma maka mereka bisa beroperasi sebagai kelompok suporter tim atau klub sepakbola.
Kategori adalah sejumlah orang yang dipandang sebagai suatu unit, terlepas dari mereka saling berkomunikasi dan berinteraksi atau tidak. Jadi semua orang dalam suatu kelompok suporter tersebut diatas membentuk dua kategori yang berbeda.
2.3 Integrasi Kelompok
Supaya kelompok dapat bertahan lama maka anggota-anggota harus berada dalam keadaan stabil serta terikat didalam integrasi kelompok. Kekuatan yang fungsional dan relevan yang menyebabkan integrasi terpelihara didalam kelompok adalah :
1.    Homogenety of the group
Integrasi yang besar biasanya merupakan hasil dari adanya minat dan kepentingan yang bersama, ciri-ciri, norma dan tingkah laku yang sama serta adanya konsensus tentang tatacara operasional, peraturan dan sebagainya. Misal dalam suatu cabang olahraga renang, contohnya bila da sekelompok orang pencinta olahraga renang yang dilihat dari aspek kesehatannya mempunyai tujuan yang sama tetapi jika dari aspek secara visualisasinya berbeda karena masing-masing anggota didalamnya memiliki latarbelakang, budaya atau nilai yang sama maka hal ini akan memeper besar warna yang ada pada kelompok yang akan membuat homogenitas kelompok menjadi kecil.
2.    Size of group
Kelompok kelompok yang relatif kecil diwarnai oleh hubungan-hubungan pribadi yang informal dan akrab diantara para anggota dibanding kelompok yang besar.
3.    Physical mobility
Perpindahan fisik seseorang ke suatu kelompok pada lokasi  yang lain yang memisahkan dari kelompok asal akan melemahkan integrasi kelompok asal. Contohnya rata-rata pemuda didaerah desa-desa senang pada olahraga voli berbeda dengan para pemuda di kota-kota yang suka pada olahraga basket, bila seorang pemudah yang berpindah lokasi secara menetap atau lama maka perubahan kesenangan olahraga dari voli kebasket kemungkinan akan terjadi hal ini menyebabkan lemahnya integrasi pemuda tersebut dengan kelompok pemuda di  desa dimana dia semula tinggal.
4.    Effectivenness of communication
Adanya integrasi dalam kelompok merupakan fungsi dari efisiensi komunikasi diantara para anggorta, termasuk penyesuaiana diri didalam kelompok sehingga mempengaruhi tingkah laku mereka.
2.4 Klasifikasi kelompok
kelompok diklasifikasikan berdasarkan kualitas atau tipe relasi yang ada diantara kelompok itu yaitu:
1.    Kelompok primer dan skunder
2.    kelompok formal dan informal
3.    Gemeinschaft dan gesellschaft yang konsepnya hampir sama dengan kelompok primer dan skunder
Klasifikasi kelompok berdasar tingkatan atau kelas sosial yaitu horisontal dan vertikal. Horisontal yaitu senua sistem didalamnya mempunyai kedudukan ynga sama dengan peran yang telah mereka lakukan. Sedangkan vertikal adalah satu sistem dan sistem yang lain mempunyai kedudukan yang berbeda sesuai dengan peran masing-masing. Misal dalam kelompok suporter semua anggota merasa memiliki kedudukan yang sama yang saling menunjang satu sama lain ini disebut horisontal . Tetapi jika dilihat pada klubnya itu sendiri didalamnya terdapat beberapa sistem yang mempunyai jabatan bertingkat sesuai dengan perannya ini disebut vertikal.
Kelompok didasarkan pada perasaan terpaksa atau tidak terpaksa. Contoh dalam olahraga yaitu misal dalam suatu kelas yang mempunyai jumlah anggota pas dengan jumlah pemain sepakbola sedangkan kelas tersebut telah didaftar sebagai peserta maka mau tidak mau semua isi kelas harus ikut untuk masuk dalam tim kelas mereka karena terpaksa oleh jumlah yang pas. Tetapi jika jumlah isi kelas berlebih maka jiak kelas tersebut ikut dalam suatu pertandingan yang kelas mereka ikut berpartisipasi maka akan banyaka para sukarela yang akan ikut serta dalam masuk ke tim kelas mereka yang ikut bertanding hal ini menunjukkan keikhlasan anggota untuk masuk dalam tim kelas mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: